feedburner

Lorem ipsum dolor sit amet,
consectetur adipisicing elit,
sed do eiusmod tempor incididunt ut labore
et dolore magna aliqua.

Karomah dan Fitrah



Manusia merupakan makhluk  yang memiliki bekal internal (akal pikiran dan budi pekerti nan luhur) maupun eksternal(ilmu-ilmu dari luar dirinya).Penjelasannya sebahai berikut ,manusia tidak di ciptakan untuk tidak mengetahui pandangan-pandanhan dunia,sehingga dalam dirinya tidak terdapat pengetahuan sama sekali.namun keti ka Allah menganugerahkan wujud padanya,bersamma dengan itu diberikan pula pengetahuan.

Meskipun manusia bebas menentukan apakah menempuh jalan kebaikan atau jalan keburukan,namun Allah telah menganugerahkannya fitrah mencari kebenaran yang berfungsi sebagai penentu.Dia juga mempersenjatai manusi dengan pikiran serta budi pekerti nan luhur.Senjat internal ini Allah perkenalkan sebagai hujjah bagi manusia.
Sementara senjata eksternalnya akan mengajarkan karamah kepadany.Berkenaandengan ilmu-ilmu dari luar dirinya,seperti tekonologi berikut segenap profesi  yang dimilikinya,Allah berfirman:”Dan Allah  mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun.”(An-Nahl:78)

Masudnya,Allah mengeluarkan kita dari perut ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui ilmu-ilmu yang di butuhkan manusia,yang dapat menjamin segala kenutuhannya.untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut,allah menganugerahkan pendengaran,penglihatan,pikiran serta hai kepada kita,agar dapat berineraksi dengan dunia luar serta mempelajari semua misteri yang terkandung  didalamya.”Dan Dia memberimu penengaran,penglihatan dan  hati.”( An-Nahl:8).

Dengan demikian,ilmu-ilmu itu adalah ilmu-ilmu dari luar dirinya yang dapat dimilki setelah dilahirkan.Berkenaan dengan ajaran-ajran Allah yang merupakan cikal bakal sesuatu.Allah berfirman bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk berpengetahuan,dan tidak menciptakannya sama rat dalam hal keimanan dan kekufuran.meskipun manusia  bebas memilih jalan hidupnya,namun Dia telah menganugerahkan dirinya pandangan yang benar serta kebondongan pada kebenaran.Allah berfirman:”Maka hadapkanlah wajahmu  dengan lurus kepada agama(allah,(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tak ada perubahan pada fitrah Allah;(itulah) agama yang lurus”.(Al-Rum:30).

Maksudnya,hadapkanlah wajah rohanimu kepada Agama Allah.Fitrah bertuhan ini  dalam sejarah kehidupan manusia selalu tertanam dalam lubuk hati manusia yang palinh dalam.Tak satupun manusia yang tak memiliki fitrah ini.
Dengan demikian,pandangan hati tidak diciptakan sama berkenaan dengan pandangan-pandangan dunia yang beraneka ragam begitu pula dengan  kecondongan jiwa,berkenaan  dengan pendapat-pendapat seryta aliran-aliran yang berbeda,namun bekal bertuhan tetap ada dalam lubuk hati manusia,dan bekal inilah yang telah diberikan Allah kepada manusia.

Shalat adalah Bercakap-cakap dengan Allah




Doa adalah berbicara kepada Alloh SWT.Oleh karena itu,sholat pun merupakan percakapan  dan mikraj.Seorang yang sedang sholat adalah seorang yang  bercakap-cakap  kepada Allah SWT atau sedang di ajak bicara oleh Allah SWT.Ketika Kita sedang membaca Al Fatihah dan surat-surat pendek AlQuran ,kita sedang di ajak bicara oleh Allah SWT.sementara sebagian dari bagian-bagian  shalat adalah berisi percakapan kita kepada Allah SWT.

Jadi,sejak pertama ucapan “Allahu Akbar” hingga ucapan salam,semuanya itu  kalau tidak berisi ucapan hamba kepada Allah SWT maka berisi perkataan Allah SWT kepada hamba.Oleh karena itu,para ahli hati mengatakan,”Sholat adalah mikrojnya orang mukmin.”Rosululloh Saw telah pergi ke makam “Maka jadilah   dia dekat(sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat  (lagi)”hanya untuk bercakap-cakap dengan Allah SWT.Allah SWT telah mewajibkan shalat pada kota dengan perantara Nabi Saw,dan telah menjadikan shplat malam sebagai sholat mustahab bagi kita,sehingga kita dapat bermikroj kepada-Nya pada waktu kapanpun kita kehendaki,dan kita dapat berbicara kepda Allah SWT atau di ajak bicara oleh-Nya,kapanpun kita menghendaki.

Doa dan Munajat




Sesungguhnya doa dan munajat kepada Allah SWT adalah salah satu keutamaan yang besar bagi manusia .Doa dan munajat kepada Allah SWT bersumber dari kedalaman jiwa  manusia.Oleh karena itu,ucapan Ya Allah ,Ya Allag,dan ucapan Ya Rabb,Ya Rabb,yang kemudian di akhiri  dengan permintaan hajat,pada dasarnya adalah doa lisan.

Doa jenis ini mempunyai pahala yang banyak,dan telah banyak sekali  anjuran dan penekanan terhadap doa yang seperti ini.Namun ,sesungguhnya doa yang sebenarnya  ialah berupa hubungan hamba dengan Allah SWT,dan hubungan ini bersumber dari kedalaman jiwa manusia

Caa-cara Agar Kyusu' dalam sholat



Oleh Dr. Mamdouh N Mohamed
Associate Professor pada American Open University
A. Sebelum Sholat
1. Seorang muslim harus mengetahui Tuhan-nya dengan sangat. Mengetahui kepada siapa dia menyembah akan membuatnya menjadi penyembah yang lebih baik. Memiliki pengetahuan yang jelas dan otentik tentang Allah akan meningkatkan Cinta-Nya di hati kita. Sebagai konsekuensi, keimanan kita akan bertambah.
2. Hindari melakukan dosa-dosa besar dan kecil akan sangat membantu agar khusyu, karena hati akan menjadi lebih mendalami firman-firman Allah selama dan setelah Sholat.
3. Membaca Al-Qur’an lebih sering dan konsisten akan melembutkan hati dan mempersiapkan agar khusyu’. Hati yang keras tidak akan dapat khusyu’.
4. Perkecil keterkaitan akan masalah-masalah dunia. Mengingat Hari Kemudian akan membantu melawan keterkaitan dengan hidup.
5. Hindari tertawa berlebihan dan argumentasi yang tidak berguna karena hal-hal tersebut akan memperkeras hati dan menjadikan kurang keinginan belajar.
6. Berhentilah bekerja begitu kamu mendengar azan. Ketika kamu mendengar panggilan untuk sholat, ulangi perkataan Mu’azin dan kemudian berdo’alah. Hal ini akan mempersiapkan diri anda untuk transisi dari bisnis (urusan) dunia dengan urusan sholat.
7. Berwudhulah seketika mendengar azan, yang akan membuat anda tidak menunda sholat. Wudhu juga dapat menjadikan kita berada di zona penyangga sebelum melaksanakan sholat.
8. Pergi ke masjid lebih cepat untuk melakukan sholat dan dilanjutkan dengan menyebut Allah akan menjadikan setan pergi dan membantu kita agar konsentrasi.
9. Waktu tunggu untuk sholat akan membantu kita berada di zona penyangga antara pikiran sebelum dan selama menjalankan sholat.
B. Selama Sholat
1. Iqomah itu sendiri merupakan tanda bagi kita untuk mempersiapkan agar lebih baik dalam melaksanakan sholat. Ingatlah saat Rasulullah berkata pada Bilal (r.a.), “Mari kita nikmati akan kenyamanan dalam sholat.”
2. Ketika anda berdiri menghadap Kiblat ingatlah hal-hal berikut:
a. Mungkin itu merupakan sholat terakhir anda dalam hidup. Tidak ada garansi untuk hidup lebih lama untuk melaksanakan sholat berikutnya.
b. Anda berdiri diantara tangan Allah, Tuhan dunia. Bagaimana anda masih disibukkan dengan hal lainnya?
c. Malaikat kematian sedang mengejar anda.
3. Jangan lupa melakukan Isti’azah. Hal tersebut akan menghindarkan anda dari bisikan-bisikan setan.
4. Fokuskan mata anda pada tempat sujud. Hal ini akan membantu anda untuk lebih berkonsentrasi.
5. Ketika membaca Al-Fatihah, cobalah untuk mendengar respon dari Allah kepada anda setelah membaca setiap ayatnya. (ketika anda mengucapkan, “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin) Allah akan merespon: “Hamba-Ku memuji-Ku.” dan lain-sebagainya. Perasaan berbicara kepada Allah ini akan meletakkanmu pada mood (suasana hati) yang baik akan khusyu’.
6. Memperindah bacaan Al-Qur’an akan berdampak positif pada hati anda.

Ungkapan Rasa Syukur


Sudah sepantasnya kita  bersyukur kepada Allah.Saat susah hanya Allah satu-satunya tempat mengadukan semua rasa resah.saat senang datang,Allahlah yang memberikannya.Jadi,syukurilah semua pemberian Allah,janhan jadi orang yang kufur nikmat.Banyak cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah,antara lain dengan bersedekah.
Nabi  Saw.bersabda,”Pemberian Allah cukup dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam.Pernahkah terpikir olehmu ,sudah berapa banyakkah yang dinafkahkan  Allah  sejak terciptanya langit dan bumi?Sesungguhnya,apa yang ada didalam tangan Allah tidak pernah berkurang karenanya.’Arsy-Nya  di atas air,sedangkan ditangan-Nya yang lain maut yang selau naik turun.”(HR.Muslim) 

Mengapa Allah Menahan Rezeki kita?




Allah adalah dzat pembagi rezeki.Tidak ada setetes air pun yang  masuk ke mulut kita kecuali atas izin Allah Swt.sampai menahan rezeki kita,pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan.setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.
Ø  Lepasnya ketawakalan dari hati.Dengan kata lain,kita mengantungkan  diri kepada selain Allah.Kita  berusaha ,namun usaha yang kita lakukan tidak terkait dengan-Nya .Padahal Allah itu sesuai denag prasangka hamba-Nya.ketika seorang hanba berprasangka buruk kepada Allah,maka keburukanlah yang akan diterima.
Ø  Dosa dan maksiat yang kita lakukan.Dosa adalah penghalang datangnya rezeki.Rosululloh Saw.bersabda,”seungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan  oleh perbuatan dosanya.”
Ø  Maksiat saat mencari nafkah. Ini membuat rezeki kita tidak berkah.ciri rezeki yang tidak berkah adalah mudah menguap untuk hal-hal yang sia-sia,tidak membawa ketenangan,sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit.
Ø   Pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah.
Ø  Tidak mau bersedekah.siapapun yang pelit  niscaya hidupnya kan sempit,rezekinya seret.sebaliknya,sedekah adalah penolak bala ,penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki.
Apakah kita tidak tertarik dengan janji Allah  ini?Mkam pastikan.tiada hari tanpasedekah,tiada hari tanpa kebaikan .Insya Allah.Allah SWT akan membukakan  pintu-pintu rezeki kita.

Saat Resah,apa yang Kita lakukan?



“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah,niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”(QS.At Thalaq:4)
Menunggu bukanlah suatu pekerjaan yang enak.Apalagi menunggu sesatu yang belum jelas hasilnya.Karena kita hanya manusaia biasa yang tidak dapat melihat apa yang akan terjadi dimasa yang akan depan.Namun paling tidak,kita telah memperkirakan seperti apa hasil yang akan kitaraih kelak.Untuk itulah kita perlu merencanakan kehidupan yang akan datang.dengan begitu,kita lebih siap menjalani kehidupan yang fana ini.
Hilangkan segala rasa was-was.gelisah,resah,takutmragu,bimbang ,dan sejenisnya.Semua rasa itu beraal dari tipu daya setan yang ingin menjeruuskan manusia agar terus terlena dalam kelalaian kehidupan dunia.berserah diri kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan selau membantu kita.selalu optimis  dalam berpikir dan bersikap.Dengan begitu membuat kita semakin semangat menjalani proses itu.
Adakalanya  kita merasa lemah dan tak berdaya.timbul rasa putus asa.lalu apa yang kita lakukan?.Segeralah berwudhu dan bukalah Al-Quran.Bacalah ayat demi ayat dengan penuh perasaan.Niscaya hati kita akan tenag.
Rosululloh saw.bersabda:”perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Quran seperti buah limau yang harum baunya dan  lezat rasabya.Perumpamaan orang mukmin yang tidak suka membaca al Quran seperti buah kurma yang tidak berbau tetapi rasanya manis.perumpamaan orang munafik yang yang membaca Al Quran seperti bunga yang harum baunya tetapi rasanya pahit.Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca AlQuran seperti buah Handhalah yang tidak ada baunya dan rasanya Pahit.”(HR.Bukhori Muslim)