Putus Asa
Diposting oleh
Unknown
Tidaklah
keputusaasaan melanda suatu umat,melainkan melumpuhkannya dan tidak pula
sifat putus asa itu menghinggapi hati suatu kaum,kecuali akan melemahkannya.
Betapa sangat melumpuhkan kelemahan
hati.Sesungguhnya,kelemahan hati itu
merupakan penyakit yang lebih menyakitkan daripada penyakit jasmani dan lebih jelek daripada hantaman pedang yang
tajam.
Adapun kelemahan yang merupakan akibat pengaruh dari sekian
banyak pengaruh sifat putus asa itu dapat membuat seseorang hidup seperti
binatang.Dia tidak memahami arti kehidupan ini,kecuali sepertiapa yang dipahami
oleh binatang dengan instingnya,berupa makan makanan dan minum minuman yang
enak serta menikmati kesengan –kesenangan lainnya.
Allah SWT telah menggandengkan sifat putus asa dan
kefakiran,dalam firma-Nya:
“Janganlah kamu semua
berputus asa dari rahmat Allah.sebab,sesungguhnya tidak ada yang suka berputus
asa dari rahmat Allah itu,melainkan
golongan orang-orang kafir.”
Betapa besar dosa orang yang berputus asa itu.
Dosa tersebut bukan hanya menyengsarakan pelakunya di
akhirat nanti .Tetapi dosa tersebut menghambatnya juga dalam kehidupan dunia
ini.Sebab,apabila dia orang yang telah terkena
penyakit putus asa,diberi beberapa urusan yang harus dikerjakan dengan
berat,dan hasilnya tidak segera tampak maka engkau pasti melihatnya berpaling
atau mundur,seperti mundurnya orang penakut menghadapi orang-orang
pemberani,padahal kalau dia mau tekun melakukannya,rajin mengusir perasaan yang
menghalanginya dalam menyelesaikan pekerjaan itu dan teguh dalam menghadapi
berbagai kesulitan yang ada serta berusaha menundukkan rintangan tersebut
dengan keseriusan yang sungguh,dengan semangat yang menyala dan pikiran yang
tajam,tentu persoalan tersebut dapat diselesaikannya dengan sempurna,dan dia
akan memperoleh hasil yang dia inginkan.
Putus asa adalah sifat yang menghancurkan cita-cita dan
merobohkan sendi-sendi perjuangan.putus asa
hanyalah suatu kematian(ketidakberdayaan)dalam hidup.Putus asa adalah
suatu bencana yang menyengsarakan setelah mati.Singkirkanlah keputusasaan dan
tegakkan semangat,pasti akan menjadi orang yang
jaya dan bahagia.
Diambil dari buku terjemahan Idhotun Nasyiin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Posting Komentar